Anak Ku

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah


Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran


Dorothy Law Nolte


Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers

Lilypie Kids Birthday tickers

Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Kids Birthday tickers

Jumat, 26 September 2008

Marisa...

Kamis kemaren pulang kerja minta ampun de muaaceeet sekaleee menjelang terminal amplas.
Inilah pengorbanan untuk suatu kemajuan.

Kota Medan tercinta sedang bangun jalan layang untuk melewati perempatan terminal amplas. Mudah mudahan bisa selesai sesuai target proyek, desember 2008. Biasanya jam 6.15 paling telat aku dah sampe rumah, kemaren itu jam tujuh lewat baru nyampe. Lumayan bikin sakit pinggang kelamaan duduk.

Di angkot pas didepanku ada ibu yang mangku anaknya, dari pertama liat aku penasaran. Kesannya seperti si ibu berusaha nutupin anaknya. Aku perhatikan ternyata benar, anak ini “special”. Dan setiap kali melihat anak yang “special”, aku selalu teringat pangeranku “Aga”
Akhirnya aku beranikan untuk coba gobrol. Anak ini namanya Marisa (ini nama ke-5 setelah ganti-ganti nama), umurnya sudah 8 tahun. Belum bisa jalan dan bicara. Ternyata saat umur 8 bulan Marisa kena demam tinggi, terlambat dibawa berobat dan akhirnya step, kena syarafnya. Dan ibu ini sudah cukup banyak bawa Marisa berobat, mulai dari yang tradisional sampai ke dokter syaraf, sampai juga ke Pekanbaru. Dan seperti biasa, kondisi keuangan menyebabkan Marisa tidak bisa dibawa berobat terus ke dokter syaraf. Dan hasil berobat tradisonal tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Aku cuma bisa kasi saran buat bawa terapi kejl adinegoro. Aku coba bagi pengalaman yang aku lihat di tempat terapi, dan juga apa yang kami alami sendiri. Mudah-mudahan Ibu ini bisa tetap sabar bawa Marisa terapi , dan semoga juga Marisa cepat bisa jalan dan bicara….. I love you…..

Tidak ada komentar: