Anak Ku

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah


Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran


Dorothy Law Nolte


Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers

Lilypie Kids Birthday tickers

Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Kids Birthday tickers

Kamis, 17 Juli 2008

Indah pada waktunya

hmmm ... dah lama sekali nggak meratiin "rumahku" ini, cuma sempat buka pintu, tapi nggak beres-beres... hiks..hiks... Ternyata benar kata orang, kalau dah mulai malas akan susah sekali untuk mulai lagi. harus benar benar dilawan nih malasnya. Mulai dari sakitnya bapak dan kakak ipar, kompak skali ya... , sakitnya barengan. cuma nggak di rumah sakit yang sama, jadinya mondar mandir antar rumah sakit. Bapak emang dah lama ada keluhan nyeri di dada, diperkirakan sakit jantung, cuma ya itu dah dibujuk buat periksa apakah benar ada penyumbatan ato tidak tapi bapak blum mau juga. Kemaren itu mungkin kecapean beres beres rumah (maklum... nggak bisa diam) akhirnya 2 hari lemas dan sesak terus, dan sedikit dipaksa dibawa ke rumah sakit dan masuk ICU dari pagi ampe sore. Bapak masuk rumah sakit hari senin, di hari yg sama sebenarnya kakak ipar dah demam juga tapi ya itu.. nga mau dibawa kerumah sakit. dah periksa darah ternyata trombositnya bagus. nggak bisa makan, muntah terus dan akhirnya setelah dipaksa baru masuk ke rumah sakit hari kamis pagi, eh.. malamnya dah masuk ICU, tensinya drop dan sesak juga. sampai hari sabtu masi terus di icu dan akhirnya minggu pagi dipindahkan ke rumah sakit lain yang lebih lengkap peralatannya. Dokter bilang ginjal akut. Minggu sore cuci darah 1x. kondisinya dari minggu pagi dah sengaja dibius biar semua peralatan bisa dipasang. Kalau ingat saat itu rasanya kita manusia ini benar benar nggak punya kekuatan apa apa, ternyat anugrah Tuhan itu sangat sangat besar. Dalam kondisi sehat kita bisa bernafas tanpa alat bantu, kita bisa tersenyum bisa berjalan bisa tertawa. Sedangkan saat di icu itu kakak ipar dipasangin semua alat, untuk bernafas aja pakai alat bantu..... Saat itu benar benar sedih sekali ngeliatnya, nggak kebayang kok bisa drop begitu kondisinya. Syukurnya cuma perlu sekali cuci darah, dan saat ini sudah makin sehat. Betul betul muzijat Tuhan itu nyata dalam kehidupan ini.

Masi tanda tanya juga kenapa bisa ginjal akut, selama ini nga pernah ada keluhan apa-apa, sehat sehat aja, paling cuma demam demam biasa......... Jadi peringatan biar tetap perhatikan kesehatan, perhatikan pola makan, perhatikan kebiasaan sehari hari.... Sehat itu bisa mudah dan juga bisa sangat mahal....

Tinggal sekarang ini si Bapak yang masih belum tuntas pengobatannya. Masi ngotot mau sembuh tanpa katerisasi maupun pasang balon.... hmmmm "Semua itu indah pada waktunya"

Lagu ini selalu menguatkan ku dari dulu, dari masi remaja saat banyak hal yang terjadi.

Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan bri. Tuhanmu tak akan memberi, ular beracun pada yang minta roti. Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu.

Tangan Tuhan sedang merenda, suatu karya yang agung mulia. Saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihNya.

Tidak ada komentar: